Empat hari menggunakan box di sipio sudah bisa sedikit paham “rules” nya. Bagaimana style riding, braking line, hingga mengatur mental #halah
. Jika dilihat dari sisi mental, mengendarai motor ber-box itu harus punya sedikit sifat cuek artinya apapun komentar orang jangan semuanya dimasukkan ke hati, bikin puyeng brosis hehehe….maklum kita adalah minoritas yang berbeda dalam penampilan, jadi pasti mengundang beragam komentar.
Kemudian untuk gaya berkendara harus ada sedikit penyesuaian, tidak bisa lagi seenaknya sendiri berakselerasi (sebenarnya sih tanpa box juga tidak boleh seenaknya riding brosis hehehe…). Selap-selip yang biasa dilakukan ketika masih “polosan” harus mulai lebih dihitung secara cermat, maklum dengan penambahan box di belakang berarti motor kita jadi makin panjang, center of gravity motor juga akan bergeser sehingga motor menjadi lebih susah dikendalikan dari biasanya. Otomatis gaya berkendara juga harus disesuaikan dengan kondisi teresebut.
Selanjutnya adalah titik pengereman yang juga berubah. Box plus bracket akan menambah bobot total motor (belum lagi ukuran rider yang termasuk jumbo
) sehingga butuh jarak pengereman yang lebih panjang untuk memberhentikan motor. Jika sebelumnya butuh 5 meter untuk berhenti total, maka dengan bobot lebih berat bisa jadi butuh 8 atau 10 meter.
Ketiga faktor di atas baru dan sudah saya rasakan dalam empat hari ini. Ujicoba riding with a box dimulai dengan box kosong, hasilnya akselerasi dan raungan mesin nyaris tidak berbeda, Santai-santai saja jadinya tidak terlalu banyak perubahan gaya. Ujicoba berikutnya adalah dengan memasukkan tas kerja plus laptop 14″ plus sepatu yang total beban sekitar 5 kg, hasilnya adalah terasa sangat berbeda.
Yang pertama kali terlihat adalah jika motor dijagang dua, maka bagian belakang akan lebih berat sehingga ban depan ngangkat (kondisi normal motor jatuh ke depan). Kemudian ketika masuk gigi satu alias mulai akselerasi, mesin terdengan lebih berat raungannya menandakan beban berat yang ditariknya. Ketika sudah mulai riding, motor terasa goyang bagian belakang, feedback ketika motor berakselerasi ke kanan dan kek kiri terasa lebih besar sehingga menuntut konsentrasi lebih. Tarikan mesin juga otomatis lebih berat (standar lah ya…). Ketika dilakukan pengereman, walau tidak saya ukur pasti, tetapi terasa bahwa jarak berhenti motor lebih panjang.
Intinya adalah nunggang motor ber-box memang memiliki taste yang berbeda, lebih menuntut konsentrasi, kewaspadaan, kesabaran dan kehati-hatian. Tapi, overall menyenangkan, sebanding lah dengan keuntungan yang diperoleh. Yang lebih penting lagi adalah saya menjadi lebih peduli dalam berkendara.
Silahkan dikoreksi dan didiskusikan, semoga bermanfaat!


#1 by Aa Ikhwan on February 14, 2013 - 4:52 pm
sip ajib,.. sudah mulai memahami karakter riding dengan box
#2 by Karis on February 14, 2013 - 5:33 pm
Hehe..msh terus penyesuaian
#3 by bapakeVALKYLA on February 14, 2013 - 5:37 pm
selamat…
anda lolos dalam ujian kesabaran pakai box motor
#4 by Karis on February 14, 2013 - 6:50 pm
beloommm….masih rada gregetan, seekali masih selap-selip emang rada kuatir hehehe….
#5 by pak tarno on February 14, 2013 - 7:28 pm
lebih sip lagi misalnya pake bracket geser, kalo riding sendirian bisa digeser maju sehingga bobot total tidak terlalu terakumulasi di belakang, jadi cuma mirip boncengan doang.
kalo bracket permanen ya apa boleh buat, harus latihan.
#6 by Karis on February 14, 2013 - 8:12 pm
hihihihi…..melatih kesabaran
#7 by Ari CX Rider on February 14, 2013 - 8:36 pm
Kalo udah paham. Nambah box kanan/kiri kangbro. . Xixi
#8 by Karis on February 15, 2013 - 5:29 am
waaahhh…ratjoen
#9 by yudha depp on February 14, 2013 - 10:46 pm
memang butuh modal pede kalau pengen berbeda dari yang lain
http://yudhadepp.blogspot.com/2013/02/cb150r-tak-mampu-bungkamkan-nvl.html?m=1
#10 by Karis on February 15, 2013 - 5:29 am
yupi….
#11 by Triyanto Banyumasan on February 15, 2013 - 5:30 am
Belum nyoba tuh, masih prefer sama tankbag, tapi memang banyak untungnya pakai box, Lebih aman bawa bawaan. Keep sapeti ajah CakBro
#12 by Karis on February 15, 2013 - 5:31 am
hehehe….cobain yuk kang….matur suwun
#13 by Triyanto Banyumasan on February 15, 2013 - 5:33 am
pengen yg side box malah, tp belum perlu, nggendong dulu
#14 by Karis on February 15, 2013 - 5:34 am
hehehe…sidebox ya…essiippp
#15 by azizyhoree on February 15, 2013 - 5:59 am
jalur purwakarta -padalarang sepi , & matic ber box ku pun tetap bisa cornering
#16 by Karis on February 15, 2013 - 6:01 am
hahahaha….he eh tuh enak banget rute itu, kayaknya dulu pernah lewat tapi jadi busmania hehehe
#17 by tombiez on February 15, 2013 - 2:38 pm
mas e20 nya beli dmn n harga brp???
nyari di sby muter2 pada abis stok e20.
#18 by Karis on February 15, 2013 - 4:04 pm
Coba hub wa +6285739691280 Surya Box Majapahit
#19 by tombiez on February 15, 2013 - 5:24 pm
ada lapak nya gag kang????
knp gag jd ambil yg kappa??
#20 by Karis on February 15, 2013 - 5:59 pm
Ada lapaknya…tp lupa linknya, ini pake hp saya onlinenya. Coba searching nama itu di kaskus. Kappa? Kmrn dpt masukan dr teman2 untuk mempertimbangkan E20 krn selain jauh lebih murah juga kualitas oke