Dapat kabar kurang enak dari detikoto bahwa KTM tidak jadi alias membatalkan niatnya untuk memasukkan salah satu varian jagoannya, Duke 390. Padahal baru bulan lalu ada kabar akan ngaspalnya nih motor. Sebenarnya tidak terlalu jadi masalah sih pembatalan ini bagi saya, lha wong belum tentu juga beli, tapi alasan dibalik pembatalan itu yang menarik.
Biang keroknya adalah tingginya pajak yang dibebankan pemangku negeri ini. Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) memang sudah lama jadi kambing hitam mahalnya motor kubikasi 250 cc ke atas di Indonesia. Akibatnya rakyat (baca konsumen) jadi harus membayarkan sejumlah besar uang untuk memperoleh moge padahal untuk di negara seperti Thailand, uang segitu bisa untuk dapat 2 unit motor yang sejenis. Apalagi jika moge tersebut impor utuh, asli bikin puyeng.
Artinya adalah konsumen jadi membeli barang yang tidak sesuai dengan kualitas dan harga yang seharusnya. Misalkan harga “normal” motor X 250cc di pasaran global 30 juta, maka di Indonesia si peminat harus bayar jauh lebih tinggi nyaris 2x lipat untuk kualitas seharga dibawahnya. Menjadi semakin menyebalkan ketika mendengar kasus-kasus korupsi di sektor pajak yang notabene adalah uang kita juga, janc*k tenan kan?!
Akhirnya ada banyak impact terhadap tingginya PPnBM, salah satunya adalah kurang menjamurnya moge, hanya dimiliki yang beruang lebih. Yang dominan adalah bebek dan skutik, kelas sport besar terlalu timpang populasinya. Kalau mau dihubungkan juga adalah akan ada sedikit ajang balap moge (malah kelas bebek yang dominan mencetak pembalap jagoan) karena ongkosnya mahal, sehingga ketika pembalap jagoan tersebut adu skill di tingkat dunia jadi memble karena tidak terbiasa dengan moge. Coba perhatikan sepak terjang dua jagoan kita di ajang Moto2.
So, sudah selayaknya pemerintah mulai memikirkan untuk merevisi aturan dalam PPnBM. Jika tidak mungkin untuk dihapus, tidak ada salahnya untuk menaikkan batas kubikasi, tidak lagi 250 cc tapi 500 cc misalnya. Seru bukan kalau ada Ninja 250FI atau CBR 250R anyar seharga 30 juta-an?!
Silahkan dikoreksi dan didiskusikan, semoga bermanfaat!
RiderAlam




#1 by Aa Ikhwan on February 15, 2013 - 2:01 pm
nasip nasip
#2 by Karis on February 15, 2013 - 2:02 pm
cepet amat si Aa nih
#3 by Aa Ikhwan on February 15, 2013 - 2:06 pm
#4 by ipanase on February 15, 2013 - 2:04 pm
NGIMPI
#5 by Karis on February 15, 2013 - 2:05 pm
wakakak…..
#6 by orong-orong on February 15, 2013 - 2:05 pm
wkwkwkk kata kang ipan ngimpi. emg bener gan
#7 by yudha depp on February 15, 2013 - 2:07 pm
perlu ada kekompakan para bikers buat barengan
menggugat pajak yang tinggi ini
http://yudhadepp.blogspot.com/2013/02/honda-verza-akhirnya-sedikit-tercela.html?m=1
#8 by Karis on February 15, 2013 - 2:07 pm
ayo angkat masbro…artikelin juga hehehehe…. #NyariTeman
#9 by rusmanjay on February 15, 2013 - 2:07 pm
supaya harganya murah, kayanya mesti diproduksi di indonesia
#10 by Karis on February 15, 2013 - 2:10 pm
tapi dengan kubikasi di atas 250 cc, tetap masuk kategori barang mewah masbro, pajaknya tinggi. Lebih murahnya benar dibanding IU, tapi dijamin tetap tinggi hehehe….
#11 by Novian Agung on February 15, 2013 - 2:34 pm
#Indonesia…
#12 by Karis on February 15, 2013 - 4:02 pm
en do ne saah
#13 by Edi on February 15, 2013 - 2:37 pm
Numpang
kecut aja deh
coba kalau Inazuma/Z250 harga 30jt-an ….
waaaa ngiler juga ….
jadi Alhamdulillah, dg pajak tinggi ga jadi ngiler
#14 by Karis on February 15, 2013 - 4:02 pm
Ngiler bro
#15 by paedhimas on February 15, 2013 - 4:57 pm
apa hendak di kata..,suka tidak suka ..inilah negri tempat kita lahir tumbuh dan berkembang..ya to..?
http://bakulkangkungjpr1.wordpress.com/2013/02/15/keluarga-cbr-yang-paling-bungsu-cbr-125-nonton-yuuk/
#16 by Karis on February 15, 2013 - 5:25 pm
“Sayangnya” iya cak
#17 by Leopold S on February 18, 2013 - 3:15 pm
Maaf bantu koreksi Bro, Ninja 250 skrg masih tidak terkena PPNBM (0% dibawahn250cc)
Jadi meski tanpa PPNBM, harganya tetap tinggi.
Untuk perincian penghitungan harga dan pajak bisa dilihat disini
http://7leopold7.wordpress.com/2013/01/03/harga-ninja-250-fi-made-in-cibitung/
#18 by Karis on February 20, 2013 - 6:40 am
Oke…terimakasih koreksinya bro, jd tau