Desas-desus tentang kemungkinan ada perubahan pada sosok motor sport tertinggi Yamaha di Indonesia, scorpio, ibarat dua sisi mata uang, senang plus kuatir. Lho, koq bisa bukannya kemarin-kemarin berharap ada perubahan pada si kalajengking ini alias Sipio? Betul brosis, saya pribadi sangat berharap Scorpio akan diinjeksikan oleh Yamaha, dan itu sudah cukup (satu lagi ding…upgrade headlamp). Selain itu masih bisa ditoleransi. Namun, rumor yang berkembang akhir-akhir ini adalah adanya kemungkinan untuk Yamaha menaikkan kubikasi scorpio menjadi 250 cc atau didiskontinyu.
Andaikan Yamaha menyuntikkan teknologi injeksi pada Sipio, tentu ini kabar, minimal buat saya. Sipio akan lebih bisa hemat BBM plus biasanya injeksi identik dengan water cooling, jadi mesin sipio tidak akan cepat panas seperti sekarang dan efeknya akan bikin tarikan tetap stabil enteng.
Nah yang menjadi kekuatiran adalah andaikan Yamaha meneruskan klan scorpio ini dengan menaikkan kelasnya menjadi 250 cc. Kenapa? Nih jawabannya PPnBM alias Pajak Penjualan atas Barang Mewah. Indonesia itu memiliki aturan yang mengelompokkan kendaraan roda dua 250 cc ke atas dalam kategori barang mewah, otomatis nilai pajaknya akan lebih besar yang mencapai minimal 10% dan maksimal 50%. Belum pajak ini itu lainnya yang asli akan bikin harga kuda besi melonjak tak karuan dari harga dasarnya. So, jika scorpio 225 menjadi scorpio 250 siapkan saja sejumlah uang yang lebih besar untuk membayar pajak tahunannya dibanding sekarang yang masih di bawah 400 ribu.
Kalau kejadiannya seperti itu, ya sekalian saja Yamaha suntik mati klan scorpio, ikhlas banget koq
. Dan segera bikin motor yang baru dengan identitas baru untuk kelas 250 cc. Mau masukkan Fazer 250 atau malah YZF250R….I don’t care anymore!
Silahkan dikoreksi dan didiskusikan, semoga bermanfaat!



#1 by paedhimas on February 18, 2013 - 7:52 am
Efek pertamanya pajaknya mesti naik..
#2 by Karis on February 18, 2013 - 8:55 am
betulll….harga juga bakalan meroket
#3 by hoho on February 18, 2013 - 8:01 am
I don’t care jg om… hehehe, nikmati pio sekarang apa adanya dulu. kalau mau dibikin discontinue ya mau apalagi, kita kawinin aja pio kita, biar beranak sendiri
#4 by Karis on February 18, 2013 - 8:55 am
jadinya apa dong anaknya?
#5 by hoho on February 18, 2013 - 8:57 am
apa ya??
#6 by paedhimas on February 18, 2013 - 1:02 pm
ee…ee..ee…laki dengan laki di larang,lho…
*motor laki maksudnya..
#7 by Edi on February 18, 2013 - 8:09 am
eh ada yg ngambek ….
#8 by Karis on February 18, 2013 - 8:56 am
gak koq #NgasahGolok
#9 by gesang86 on February 18, 2013 - 9:43 am
Ngomongin Kubikasi, harus siap dengan PPn. Wajarlah, Negara kita kan negara pajak tertingi…#IMHO!! hehehehe
#10 by Karis on February 18, 2013 - 11:14 am
Kalo yg “itu” pajaknya gmana kang@
#11 by gesang86 on February 18, 2013 - 3:20 pm
Loch…ya memicu!!!
*Itulah, yang membuat jadi bisnis menggiurkan..karena bebas PPn#ehh…
#12 by pak tarno on February 18, 2013 - 4:32 pm
negara pajak tertinggi? yakin??? dari mana beritanya?
#13 by gesang86 on February 18, 2013 - 4:56 pm
Dari hati – ke hati….hehehehe
#14 by IPY on February 18, 2013 - 1:20 pm
fazer 225cc injection dah cukup lumayan….
#15 by Karis on February 20, 2013 - 6:38 am
Setujuuu
#16 by Leopold S on February 18, 2013 - 3:09 pm
Bro, biasanya ga pas di 250cc. Seperti Ninja 250, kubikasinya di 249cc.
Kalau pajaknya lebih tinggi, benerr… Mestinya begitu karena harga dasar atau HPP nya juga lebih tinggi.
Apa lagi kalau jadi ambil CBU dr luar, apalagi kalau luarnya itu selain ASEAN.
#17 by Karis on February 20, 2013 - 6:39 am
Intinya harga memang lebih mahal, jauh malah…
#18 by An_Syahri on February 18, 2013 - 9:01 pm
Harganya bisa nyentuh 40-jutaan ga mas…?
#19 by Karis on February 20, 2013 - 6:43 am
Kemungkinan besar begitu….
#20 by d&y on February 19, 2013 - 7:04 am
kalo cemas sama pajak barang mewahnya, bikin aja scorpio 244cc. kalo kurang puas bore up sendiri, bebas pbm.
#21 by Karis on February 20, 2013 - 6:44 am
Bore up dewe riskan bro, akan ada part yg rusak, lha wong bukan standar pabrikan yang sudah melalui R&D
#22 by orong-orong on February 19, 2013 - 12:59 pm
scorpio ccnya tanggung. mau naik ada z250 mau turun ada k200ns. buah simalakama
#23 by Karis on February 20, 2013 - 6:46 am
Harusnya tetep saja cc segitu, tinggal injeksikan saja
#24 by Rahmat on February 27, 2013 - 9:37 am
salam kenal mas karis, mau nanya gimana cara mengatasi masalah kalo scorpionya overheat di jalan? apa mas karis pernah mengalami overheat di pionya?
sekedar sharing nih soalnya saya baru ngalami mesin pio overheat dan mati total, padahal motor baru usia 10 bulan. jadinya motor didiamkan hampir 30 menit baru bisa nyala lagi, coba cek kondisi busi warnanya coklat kehitaman. apa wajarkah? sebelumnya dibawa jalan sejauh 40 km selama kurang lebih1 jam nonstop, dengan kondisi ada macet, kadang juga digeber sampe 90 km/jam. oo.. iya oli yg saya gunakan yamalube sport yg 20w-40, spertinya kuang cocok di pio. ada saran mas karis?
#25 by Karis on February 28, 2013 - 7:50 am
Saya pernah ngalami overheat tp tdk smp mati mesin, hanya keras di perpindahan gigi 1-2 dan slip kopling. Solusi sementara ya matikan mesin istrht 15-30 menit, jangka menengah bisa cari oli terbaik, dicoba saja yg penting kekentalan dan viskositas sama, merk ga jd soal. Jangka panjang bisa pakai oil cooler.